jump to navigation

Honorer Status Hukum (Bagian 2) 7 Desember 2011

Posted by Nanang Himawan in Urusan Kepegawaian PNS.
trackback

sebagaimana yang telah saya berikan contoh perjanjian untuk tenaga honorer di suatu instansi, mari analisa apa saja dasar-dasar hukum dalam pembuatan Perjanjian Kerja tenaga honorer.

secara umum Perjanjian kerja sudah diatur di dalam UU No 13 /2003 tentang perburuhan yaitu di pasal 1 angka 14 :

14. Perjanjian kerja adalah perjanjian antara pekerja/buruh dengan pengusaha atau pemberi kerja yang memuat syarat syarat kerja, hak, dan kewajiban para pihak.

melihat dari istilah di atas ada 2 pihak yaitu Pekerja/buruh dan Pengusaha/Pemberi Kerja.

Kita telusur lebih lanjut arti dari pemberi kerja pasal 1 angka 4 :

4. Pemberi kerja adalah orang perseorangan, pengusaha, badan hukum, atau badan-badan lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.

Pertanyaannya adalah : Apakah Instansi Pemerintah masuk dari pengertian Pemberi Kerja?

- dari pengertian pasal ataupun kalau kita mencari di penjelasan UU 13/2003 tidak disebutkan dengan jelas apakah instansi/badan pemerintah masuk dari sebagai pemberi kerja.

- kalau melihat dari pengertian ” yang mempekerjakan tenaga kerja dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk apapun” bisa juga dtafsirkan  siapapun, yang mempekerjakan dan memberikan upah bisa disebut sebagai pemberi kerja. Nah apakah juga dapat ditafsirkan instansi pemerintah itu sebagai Pemberi Kerja?….

Selain hal tersebut di atas, permasalahan yang lain adalah masa depan tenaga honorer itu sendiri.

kalau di dalam UU Perburuhan sebagaimana diatur di dalam

Pasal 59

(1) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat dibuat untuk pekerjaan  tertentu yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu, yaitu:
a. pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya;
b. pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lamadan paling lama 3 (tiga) tahun;
c. pekerjaan yang bersifat musiman; atau
d. pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.

(4) Perjanjian kerja waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diadakan untuk paling lama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun.

Fakta yang terjadi di hampir semua instansi tenaga honorer tidak ditempatkan di sebagaimana dijelaskan di dalam pasal 59 di atas tetapi sebagai pegawai yang bekerja terus-menerus yang harusnya untuk pekerjaan yang tidak boleh untuk pegawai kontrak.

selain itu perjanjian kerja honorer juga tidak mengikuti UU perburuhan sebagaimana di sebutkan di alam pasal 59 ayat 4 yang perjanjian hany bisa maksimal 5 tahun.. akan tetapi bayak tenaga honorer yang sampai berpuluh-puluh tahun tetap menjadi tenaga kontrak….

dari sedikit ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa UU Perburuhan tidak berlaku bagi tenaga honore di instansi pemerintah… untuk pengangkatan dan ataupun yang lain hanya berharap dari belas kasihan pemerintah…

bahkan apabila terjadi pemutusan kontrak secara sepihak pun honorer tidak ada dasar hukum untuk menggugat…

Apakah aturannya yang harus dibuat? atau kebijakan pemerintah yang harus diganti? kita serahkan sama pimpinan di Republik Indonesia..

About these ads

Komentar»

1. Cici Armida - 8 Januari 2012

Ya, bnar skli apa yg dktkan pd point diats, dlht dri sgi kinerja tnaga honorer saat ini ckup memuaskan,.bhkan mrka lbih aktf dlam mnjlnkn tgas dbnding dgn pra PNS it sndri,.klu udh bgtu fktax,.mna bntuk keadilan srta kbijakn dri pmerintah,.mhon hal ini dprtmbangkn,.kmi ini sbg hnorer, sngt memprihtinkn situasi sprti ini,.bhkan saat ini hnorer lbh dfungsikan tnagax dbnding PNS it sndri,.honorer hnylah tnagax yg dbtuhkan,.tpi dsi2 lain hakxpun tdk dperdulikan,.malang skli nasib pra honorer saat ini..

2. wahid chenx - 16 Februari 2012

ironis sekali pemerintahan di indonesia. membutuhkan tenaga honorer tetapi tidak mau mengakui.

3. Anonymous - 15 Agustus 2012

iya,, bapak saya bekerja di salah satu sekolah favorite d bandung,, bekerja sudah 28 tahun sebagai honorer,, namun tidak mendapatkan kebijaksanaan sedikitpun dari pihak yg bersangkutan ..
dan saat d phk karena umur yg sudah lanjut,, bapak saya tidak di berikan apapun sama sekali ..

4. Anonymous - 18 September 2012

benar…!!! apa yang bapak kemukakan diatas, lebih ironisnya lagi tenaga honorer dikantor saya bekerja di PHK dengan mengacu pada PP 53 tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil

5. BRAM IRIANTO - 4 Januari 2014

Sebenarnya masih ada Lembaga yang lebih berwenang untuk menyatakan “Benar”, atau “Salah”. Oleh Karena itu, ada baiknya para Tenaga Honorer untuk mengajukan gugatan pada lembaga dimaksud. Ingat, sejak diterbitkannya PP No 45 th 2005, semestinya sejak Januari Th 2005 sudah tidak ada lagi tenaga-tenaga Honorer yang bekerja di lingkungan Pemerintah, tp mengapakah hal tersebut tetap saja dilanggar oleh sebagian Pejabat pemerintah ???? Bagi sebagian Pejabat Pemerintah yang melanggar tadi, mau tidak mau harus pula dikenakan sanksi yang tegas, jadi janganlah sepihak saja yang harus menanggung deritanya, dan bisa dijadikan pelajaran bagi Pejabat Pemerintah lainnya yang suka melakukan pelanggaran.

6. BRAM IRIANTO - 4 Januari 2014

Di dalam PP no 56 th 2012, adalah Dasar Hukum pengadaan tenaga Honorer, yang mana Pemerintah telah memetakan Tenaga-Tenaga Honorer menjadi 2 (dua) jalur, yaitu : Jalur K1 dan K2, dan jika pekerjaan ini telah selesai dikerjakan, maka sudah tidak adalagi tenaga-tenaga Honorer yang bekerja di lingkungan pemerintah.

Jika dalam kenyataan dilapangan masih ada pelanggaran-pelanggaran, maka jelaslah yang melakukan pelanggaran tersebut adalah Para Pejabat pemerintah, dan sudah semestinya mereka tersebut diberikan sanksi yang tegas, sebagai pelajaran bagi Pejabat yang lainnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: