jump to navigation

Long Road To Be PNS Moratorium (Bagian 3 habis) 7 Desember 2011

Posted by Nanang Himawan in Tak terkategori, Urusan Kepegawaian PNS.
trackback

Moratorium PNS telah ditetapkan tahun 2011, hanya beberapa jabatan tertentu yang dapat untuk menerima PNS, kalau di kementerian kesehatan hanya menerima untuk tenaga teknis seperti  Dokter, Dosen, Perawat sedangkan tidak menerima tenaga administrasi…..

Sudah tepatkah Keputusan ini?

seperti diketahui bahwa saat ini Indonesia telah kelebihan jumlahNS, yang menyebabkan menyedot anggaran sangat banyak setiap tahunnya, ironisnya jumlah PNS yang sekian banyak tidak sebanding dengan mutu pelayanan yang seharusnya diberikan dan belum memuaskan publik. Alur birokarasi maupun personal yang duduk menjadi abdi negara belum memberikan pelayanan yang Prima.

ditambah lagi pandangan bahwa PNS di indonesia itu hanya makan gaji buta, tidak kerja dan seenaknya di kantor… Apakah seperti itu?

salah satu masalah utama menurut saya adalah input dari para PNS dalam hal ini proses rekruitmen yang belum bisa dipertanggung jawabkan, banyak sekali proses rekruitmen yang sarat dengan KKN yang tentu saja menghasilkan pegawai yang tidak mumpuni…

Proses rekruitmen ini ada banyak perubahan di beberapa tahun terakhir, bahwa dengan adanya era keterbukaan seperti sekarang dan banyaknya sorotan terhadap rekruitmen PNS, membuat rekruitmen PNS menjadi lebih baik… ini terbukti oleh saya dan istri saya yang diterima PNS tanpa bayar sedikitpun… yang mungkin tidak bisa terjadi 10 tahun yang lalu…

lalu kenapa sekarang malah terjadi moratorium? padahal rekruitmen menurut saya sudah berjalan dengan baik..

Moratorium memang efektif untuk membatasi jumlah pegawai… tetapi yang terjadi di sisi lain, masih banyak instansi yang mengangkat honorer… nah ini yang menurut saya bisa menjadi bumerang di kemudian hari….seperti diketahui pengangkatan honorer… sangat sarat dengan KKN, dan akan  …

terus kira-kira apa yang baik? Jangan ada lagi pengangkatan honorer yang penuh dengan KKN, semua rekruitmen PNS harus dengan mekanisme yang bisa dipertanggungjawabakan.

Apakah itu bisa ?… Tanyakan saja sama angin yang berhembus… wusssss

Komentar»

1. girazzzz - 7 Desember 2011

kalo PNS guru tanpa honorer sepertinya susah mas…🙂
guru sangat kurang di mana2, tapi kalo masuk lewat PNS gak semua tercover.

ujung2nya ada yg jadi guru honorer sampe belasan bahkan puluhan tahun

wongmbantul - 20 Desember 2011

kasihan juga sampai bertahun-tahun tetap jadi Honorer…

2. dody - 7 Desember 2011

biarlah tetap menjadi misteri….wong nduwuran sing ngatur

wongmbantul - 20 Desember 2011

memang misteri haq..haq…

3. yoga - 28 Januari 2012

ikut komen mas: moraturium terpaksa dilakukan karena jumlah PNS menggelembung, itu terjadi karena dulu saat rekruitmen tidak memperhatikan kebutuhan(sing penting dulurku ketrimo) .Pada saat PNS-PNS tersebut pensiun akan ada banyak posisi kosong, makanya penerimaan PNS sekarang ada tetapi sedikit.Masalah anggaran untuk pembayaran gaji juga sangat berat, dengan otda daerah2 juga mikir 27 kali untuk melakukan rekruitmen.
PNS bukan pelayan/abdi negara tetapi mitra/guide masyarakat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: