jump to navigation

Konsumsi BBM Pulsar UG IV (Si Joss) 21 Desember 2011

Posted by Nanang Himawan in Biker, Tak terkategori.
trackback

Hari Jumat tanggal 16 Desember 2011 akhirnya kesampaian juga solo riding dari Surabaya ke Jogjakarta yang hari sabtunya kemudian ke Salatiga untuk Jamnas Prides.

Dalam perjalananku kali ini ada sedikit hal yang membuat saya sedikit terkejut, yaitu konsumsi bensin saya kok boros ya? kemarin saya menghabiskan uang RP. 50.000,- untuk BBM itupun sudah plus norival padahal saat lebaran kemarin saya dari Jogja ke Surabaya hanya membutuhkan uang Rp. 30.000,- dan premium murni, saja mari kita lihat selisihnya :

Perhitungan :

Desember : Surabaya – Jogja : 340 km isi BBM Premium Rp.50.000 bensin 11.11 liter, maka 340/11,11 = 1 L untuk 30.6 km*

kita bandingkan dengan perjalanan saat Lebaran : Jogja – Surabaya : 340 km isi BBM Rp.30.000,- = 6,6 L bensin, maka 340/6,6 = 1 L untuk 51 km

edannn selisihnya 20 km / liter*

(*Ukuran ini berdasarkan bar yang ada di spedometer)

wow.. banyak banget ya selisihnya, tapi apa to penyebabnya? padahal sudah memakai norival yang “katanya” bisa menghemat bensin sampai 20 % haq..haq… setelah direnungi dianalisa dan diresapi ternyata yang jadi penyebabnya adalah :

Saya memakai motor seperti Alay yang sruntulan di jalan… geber sana-geber sini dan bersaing dengan bis-bis AKAP Jogja – Surabaya (yang jelas Sumber Kencono saya salip terus…)

saya mencoba high speed dengan si Joss sepanjang jalur jogja-Surabaya, diajak balap sama viksyen ya saya entutin deh… ngikutin bis EKA ternyata kecepatannya mencapai  100 Kpj, akhirnya saya salip saja daripada berbahaya..

setiap lampu merah langsung geber sampai red rpm… well

*Perjalanan ini hanya untuk tes Motor saja, Insya Allah perjalanan selanjutnya yang safety Riding *

Ternyata naik motor High Speed itu sangat berbahaya dan menghabiskan BBM yang sangat banyak, so … Jangan naik motor kentjang-kentjang ya… yang safety riding saja….

kalaupun kentjang jangan sampai memakan hak orang lain di jalan raya.

okay…

Bergulir seperti roda berputar…. mengikuti kemana angin berhempus…. berpacu dengan Sumber Kencono……

Komentar»

1. ChePzzo - 21 Desember 2011

Walah gan, bukannya bar di spedo tuh sensi bgt.
kondisi motor ngebut ama berenti di lampu merah aja bisa beda
kondisi berdiri tegak ama sidestand juga beda
pengalaman ane sih toleransi kengacoannya sekitar 2bar kl gak extreme ya 1 bar ngaconya, ngikutin posisi bensin di tanki, jadi susah kl buat patokan CMIIW

wongmbantul - 21 Desember 2011

setelah saya amati margin eror sekitar 10 % karena memang terus amati sampai bensin habis… dan isi lagi baik untuk ke dua komparasi perjalanan di atas…

2. bayupuji - 21 Desember 2011

haghaghag..dendam kesumat sama sumber bencono ya..l0l

wongmbantul - 21 Desember 2011

saya nggak dendam om… cuma ngetes saja.. he..he… secara saya juga penggemar sumber kencono haq..haq..

3. Black_Viper - 22 Desember 2011

Ane benci sumber kencono kalo lagi naek motor, ane seneng ma sumber kencono kalo lagi didalemnya. sragen kota – solo cuma 15 (terminal)menit uyyy

Nanang Himawan - 23 Desember 2011

ha..ha.. sekarang Sumber Kenconoo sudah berubah kok.. tidak sekencang seperti dulu, secara saya tiap minggu naik Sumber Kencono PP Jogja-Surabaya

4. setia1heri - 27 Desember 2011
Nanang Himawan - 27 Desember 2011

wkkwkw nggak boleh kentjang lo..

5. Tulus_Budi - 27 Desember 2011

mantabssss…. piksion dientutin…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: