jump to navigation

Ikhlas dan Haramnya Riya’ 27 Januari 2012

Posted by Nanang Himawan in Belajar Islam, Tak terkategori.
trackback

Allah Berfirman :

“Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (Al-Bayyinah [8]).

Hadits Nabi:

Bukhari-Muslim meriwayatkan dari ‘Umar Ra, dia berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:’Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya dan sesungguhnya balasan yang akan diperoleh seseorang dari amalnya juga sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya diniatkan untuk keridhaan Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keridhaan Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang Hijrahnya diniatkan untuk meraih keduniaan atau seorang wanita yang diperistrinya, maka dia akan mendapatkan balasan sesuai niatnya.”

Hadits 2

Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Ra., ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda:’Sesungguhnya Allah tidak akan melihat kepada postur kalian dan tidak pula kepada bentuk-rupa kalian, Akan tetapi, Dia akan melihat kepada hati kalian.”

Hadits 3

Bukhari-Muslim meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda sebagaimana yang beliau riwayatka dari Rabbnya:”Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan da keburukan serta telah menjelaskannya di dalam Kitab-Nya. Barang siapa yang sudah berniat untuk berbuat kebaikan namum tidak jadi mengerjakannya, maka akan dituliskan untuknya 1 kebaikan yang sempurna; jika dia lalu benar-benar mengerjakannya, maka Allah akan menuliskan untuknya 10 hingga 700 kebaikan, bahkan bisa lebih banyak lagi. Barangsiapa yang sudah berniat untuk berbuat keburukan namun tidak jadi mengerjakannya, maka akan dituliskan untuknya 1 kebaikan yang sempurna; jika dia lalu benar-benar mengerjakannya, maka Allah akan menuliskan 1 keburukan untuknya.” Dalam riwayat lain ada tambahan :…”atau (bahkan) Allah berkenan menghapuss (kesalahan)nya itu. Tidak ada yang binasa dalam pandangan Allah, kecuali orang yang memang sudah dica akan binasa.”

Hadits 4

Bukhari Muslim meriwayakan dari Jundab bin ‘Abdullah ra, ia berkata: Nabi Muhammad SAW bersabda :’Barang siapa yang berbuat kebaikan dengan niat supaya didengar oleh orang lain, niscaya Allah akan membuat orang lain mendengarnya (dan hanya itulah balasannya). Barangsiapa yang berbuat kebaikan dengan niat supaya dilihat oleh orang lain, niscaya Allah akan membuat orang lain melihatnya (dan hanya itu (balasan)nya).”

Hadits 5

Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata :”Rasulullah saw bersabda:’Allah berfirman :’Aku adalah sekutu yang sungguh tidak memerlukan sekutu. Barangsiapa yang berbuat kebajikan dengan menyertakan sekutu selain-Ku (sebagai tujuannya), maka Aku meninggalkan dia dan sesuatu yang dia sekutukan dengan-Ku itu.” “Dalam riwayat lain ada tambahan :”Aku berlepas darinya dan dia menjadi hamba sesuatu yang karenanya dia beramal.”

Hadits 6

Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: “Rasulullah SAW bersabda:’Allah berfirman: ‘Golongan manusia yang pertama kali akan diadili kelak pada hari Kiamat adalah : Pertama, orang yang secara zhahirnya mati syahid, Orang tersebut disidangkan lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan yang bakal diterimanya dan diapun melihatnya. Akan tetapi, dia lalu ditanya:’Apa yang telah engkau perbuat?’ Dia menjawab:’Aku telah berperang karena-Mu hingga terbunuh sebagai syahid.’ Allah berfirman:’Engkau dusta. yang benar adalah engkau berperang dengan niat supaya disebut sebagai jagoan dan engkaupun sudah mendapatkannya. ‘Selanjutnya, Allah memerintahkan (kepada malaikat) agar orang tersebut diseret pada mukanya hingga akhirnya dicemplungkan ke dalam neraka. Kedua, orang yang mempelajari ilmu Islam dan mengajarkannya kepada orang lain dan selalu membaca Al Qur’an. Orang inipun disidangkan, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan yang akan diterimanya dan diapun melihatnya. Akan tetai, dia lalu ditanya:”Apa yang telah engkau perbuat?’ Dia menjawab:’Aku telah mempelajari ilmu Islam dan mengajarkannya kepada orang lain serta selalu membaca Al-Quran karena-Mu. ‘Allah berfirman: ‘Engaku dusta. Yang benar adalah engkau mempelajarinya supaya engkau disebut sebagai qari'(orang yang lihai dalam membaca) dan engkau sudah mendapatkan semua itu.’ Selanjutnya, Allah memerintahkan (kepada malaikat) agar orang tersebut diseret pada mukanya hingga akhirnya dicemplungkan ke dalam neraka. Ketiga, orang yanag diberi kekayaan melimpah oleh Allah, yang digunakan untuk banyak bershadaqah. Orang ini pun disidangkan, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan yang bakal diterimanya dan diapun melihatnya. Akan tetapi, dia lalu ditanya: ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan hartamu?’ Dia menjawab:’Tiada satu kesempatan pun yang didalamnya Engkau suka agar seseorang mengeluarkan shadaqah padanya, melainkan aku bershadaqah di dalamnya karena-Mu.’ Allah berfirman:’Engkau dusta, Yang benar, engkau mengeluarkan shadaqah di dalamnya Engkau suka agar seseorang mengeluarkan shadaqah tersebut dengan niat agar engkau dikatakan sebagai dermawan dan engkau sudah mendapatkan julukan itu.’ Selanjutnya, Allah memerintahkan (kepada malaikat) agar orang tersebut diseret pada mukanya hingga akhirnya dicempungkan ke dalam neraka.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: