jump to navigation

Saatnya Demo dan Blogger Santun 2 Februari 2012

Posted by Nanang Himawan in Biker, Tak terkategori.
trackback

Setiap warga negara, secara perorangan atau kelompok, bebas menyampaikan pendapat sebagai perwujudan hak dan tanggung jawab berdemokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Petikan dari UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum (Peraturan yang dibuat dengaan euforia reformasi dan demokrasi kala itu, yang berhasil melumpuhkan Presiden Soeharto…), selain UU tersebut konstitusi kita (UUD 1945 ) juga menjamin kebebasan untuk menyampaikan pendapat.

So… sudah bebaskan? sudah bisa berkoar-koar di manapun tanpa ada aturan yang menghalangi, sayang yang terjadi saat ini euforia menyampaikan pendapat menjadi trend yang sangat menarik, sedikit-sedikit demo, mengerahkan massa entah dibayar atau tidak;

Apakah unjuk rasa/demo itu merupakan jalan satu-satunya? ya… bisa jadi itu menjadi ssenjata pamungkas untuk mendapatkan hasil, sebagai contoh karyawan freeport akhirnya bisa naik gaji dengan demo mogok bekerja (tetapi berapa yang meninggal dan ketegangan yang terjadi karena teror).

Akan tetapi demo banyak dilakukan saudara-saudara kita dengan tidak santun, sebagai contoh : Menutup jalan (teman kita buruh memblokir jalan tol… sampai 1 orang meninggal di bis, karena kepanasan bisnya nggak bisa gerak; Jl.Raya Porong Sidoarjo beberapa kali di tutup pada saat demo oleh teman-teman korban lumpur….(atikel inipun saya tulis di jl raya porong karena macet ‘tetapi bukan karena demo haq..haq..), merusak aset (seperti pembakaran kantor pemerintah di Bima ).

Apakah demo itu sebanding dengan kerugian banyak orang yang terjebak macet? nyawa? pasokan logistik terganggu?, Pelayanan pemerintah tidak berfungs?… Mikir…!!!

Solusi penyelesaian dengan santun tentu lebih baik, bisa dengan perundingan, perdamaian, musyawarah menurut saya hal yang lebih baik daripada harus turun ke Jalan dan merugikan kepentingan orang lain di sekitar kita. Atau apakah sudah menjadi kebiasaan yang ada sejak 1998 bahwa semua masalah harus diselesaikan dengan demo di jalan?…. Sudah saatnya kita belajar untuk berdemokrasi teman untuk bisa menyelesaikan masalah dengan santun. Saya ingat dengan pepatah orang jawa :

Nglurug tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake

Menyerang tidak membawa pasukan, Menang tanpa merendahkan

Pepatah tidak mustahil untuk dijalankan, tetapi memang membutuhkan proses, dan kita  bisa melakukannya…

Sama juga dengan Blogger, bedanya penyampaian pendapat dengan tulisan. Tentu saja tulisan-tulisan ini dapat disampaikan dengan santun akan lebih baik tanpa adanya tulisan yang provokatif.

Andaipun ada kritik terhadap Blog lain saya kira dapat disampaikan dengan tulisan Sindiran yang bermartabat.

Tulisan sendiri sudah itu mempunyai persepsi dan imajinatif yang beragam yang luas tergantung dari si pembacanya. Oh indahnya kalau dunia maya tidak timbul front-front yang saling mencaci maki akan tetapi dapat saling menghargai.

Sudahkah kita?

 

Komentar»

1. RIDER ROBOT OMPONG Kalau ada yang MUDAH kenapa pilih yang SUSAH - 2 Februari 2012

like dis yo..

2. Agus Ninjers Marciano Riyanto - 2 Februari 2012

setuju ……. urusan hujat menghujat kagak ada habisnya …….. namanya juga manusia !

3. bedomo - 2 Februari 2012

Setuju,kalo bisa adem kenapa dibikin panas?

4. Wiro Sableng - 2 Februari 2012

Setuju….!! Saya baru ikutan koment tentang panasnya hubungan antar bloger hanya di artikel ini. Tulisan sampeyan sangat menyejukkan hati mas… Uneg2 saya ketila melihat kondisi sosial kemasyarakatan yg terjadi di negara tercinta ini cukup terwakili dengan artikel ini.
Hanya tulisan ini yg menurut saya penyampaiannya sangat bermartabat dan elegan…
Semoga teman2 bloger lain yg sempat menulis dngn “kepala panas” jd tersadar atas kekhilafannya…
Sukses selalu buat sampeyan mas…

5. warung DOHC - 3 Februari 2012

penunggu warung adem absent mas bro😛

Nanang Himawan - 3 Februari 2012

ok..ok welcome here….

6. amamaali - 3 Februari 2012

ada pa to ini!
Mummet aku


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: